Kecepatan kok saat meluncur ke area lawan sering kali menjadi penentu poin yang paling instan dalam permainan bulutangkis. Untuk mendapatkan ledakan tenaga tersebut, diperlukan kombinasi antara teknik yang benar dan kekuatan otot yang mumpuni. Melakukan latihan beban secara terprogram adalah solusi bagi pemain yang merasa pukulannya kurang bertenaga selama ini. Fokus utama dari program ini adalah untuk menambah power pada bagian otot bahu, lengan, dan pergelangan tangan yang menjadi penggerak utama. Sebuah smash yang dahsyat lahir dari otot yang mampu berkontraksi dengan cepat dan kuat. Bagi setiap pemain bulutangkis, peningkatan kekuatan fisik ini harus dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan cedera otot yang serius.
Otot trisep dan latissimus dorsi (otot punggung) adalah bagian tubuh yang paling bertanggung jawab dalam menghasilkan gaya dorong ke depan. Melalui latihan beban seperti bench press atau lat pulldown, Anda dapat memperkuat fondasi tenaga di bagian tubuh atas. Kekuatan ini sangat diperlukan untuk menambah power saat raket diayunkan dari atas kepala dengan kecepatan tinggi. Namun, jangan lupakan kekuatan otot kaki, karena lonjakan tenaga sebenarnya dimulai dari tumpuan kaki yang kuat saat melompat. Seorang pemain bulutangkis profesional harus memiliki otot paha yang solid agar daya ledak saat melakukan jumping smash bisa maksimal. Tenaga dari kaki akan disalurkan melalui pinggang hingga ke ujung raket secara berkesinambungan.
Selain otot besar, otot-otot kecil di area pergelangan tangan juga perlu diperhatikan secara khusus. Anda bisa melakukan latihan menggunakan dumbbell ringan dengan gerakan memutar atau menekuk pergelangan tangan. Ini adalah variasi latihan beban yang spesifik untuk membantu menambah power pada sentakan terakhir saat raket mengenai kok. Tanpa sentakan pergelangan tangan yang tajam, smash Anda hanya akan memiliki kecepatan tinggi tanpa sudut yang menukik. Sebagai pemain bulutangkis, Anda harus memahami prinsip explosive power, yaitu kemampuan untuk mengeluarkan tenaga maksimal dalam waktu sesingkat mungkin. Latihan dengan beban yang berat namun dilakukan dengan gerakan cepat (pliometrik) sangat disarankan untuk mencapai tujuan ini.
Tentu saja, kekuatan otot harus dibarengi dengan kelenturan agar jangkauan gerak tidak menjadi terbatas. Setelah sesi latihan beban, sangat penting untuk melakukan peregangan statis agar otot tidak menjadi kaku atau memendek. Upaya untuk menambah power tidak boleh mengorbankan kelincahan gerak di lapangan yang sangat dinamis. Keseimbangan antara kekuatan dan fleksibilitas inilah yang akan membuat smash Anda tidak hanya keras, tetapi juga memiliki akurasi yang tetap terjaga. Setiap pemain bulutangkis sukses tahu bahwa otot hanyalah alat, sementara teknik adalah pengendalinya. Dengan fisik yang kuat dan teknik yang matang, Anda akan menjadi ancaman serius bagi lawan mana pun di turnamen resmi.